Connect with us
judi bola

Ragam

Sim Jian Qin, Pevoli asal Malaysia Pertama di Proliga

Tikitakabola.com, Jakarta – Proliga menjadi pertandingan voli profesional paling tinggi di Indonesia tetap jadi daya tarik buat beberapa pemain asing. Tiap-tiap club peserta diharuskan minimum mempunyai satu serta optimal dua pemain asing.

Di Proliga 2019, ada empat pemain tim nasional voli putri Thailand yang menyebar di empat club yang berlainan, yakni Pimpichaya Kokram (Bandung Bank BJB Pakuan), Ajcharaporn Kongyot (Jakarta BNI 46), Jutarat Montripila (Jakarta Elektrik PLN), serta Pornpun Guedpard (Jakarta PGN Popsivo Polwan).

Selain itu, di bidang putra muncul satu nama yang mengundang perhatian. Ia ialah Sim Jian Qin yang masuk di Jakarta Garuda. Dari namanya mungkin banyak yang akan menebak jika ia ialah pevoli asal China.

Baca juga : Pebulutangkis yang Paling Bersinar pada 2018

Akan tetapi, Sim adalah seseorang pevoli berkewarganegaraan Malaysia. Bahkan juga, ia terdaftar menjadi pevoli Malaysia pertama yang sempat turun di Proliga. Awal mulanya, tidak pernah ada pevoli asal Negeri Jiran yang bersaing di Indonesia.

Sim adalah pemain tim nasional voli putra Malaysia. Pemain kelahiran 10 November 1995 itu mengakui telah lama ingin tahu coba atmosfer Proliga. Waktu mendapatkan penawaran tampil di Proliga, ia langsung menyambarnya.

“Beberapa tahun kemarin saya sudah sempat bisa penawaran ikut untuk turut Proliga. Tetapi, saya saat itu masih tetap kuliah. Saat ini, kuliah saya sudah ada hampir tuntas. Karena itu saya langsung terima penawaran masuk Garuda,” kata Sim pada Bola.com, waktu lalu.

Sekarang ini, Sim masih tetap berstatus menjadi mahasiswa aktif jurusan Tehnik Sipil di Kampus Pokok, Subang Jaya, Malaysia. Pada awal Desember lantas, pria berpostur 189 cm itu mengakui telah melakukan ujian akhir serta tengah menanti peristiwa wisuda.

Malaysia Tak Punya Turnamen Voli

Menurut Sim, Malaysia telah tak akan mempunyai pertandingan voli nasional. Karena itu, pevoli disana mesti ingin ke luar negeri untuk masih dapat mengawasi kualitas permainan dengan profesional.

“Di Malaysia tidak ada liga voli kembali. Dahulu padsa 2011 serta 2012 sempat ada, tetapi saat ini telah berhenti. Pilihannya dapat ke Thailand atau Vietnam umumnya untuk di Asia Tenggara. Ini pula jadi pertama-tama untuk saya main di luar Malaysia,” jelas Sim.

“Situasinya memang susah untuk pemain voli seperti saya di Malaysia. Disana, pevoli umur 28 atau 30 tahun umumnya berhenti serta akan ditukar pemain muda. Karena itu saya ikut ingin mengakhiri kuliah agar bisa pekerjaan setelah pensiun jadi pemain voli,” paparnya.

Daya tarik Proliga demikian kuat buat Sim sebab telah mengamatinya semenjak. Ia ikut seringkali coba melihat laga Proliga melalui YouTube serta lihat kualitas pemain serta pertandingan ini.

“Tapi, yang membuat saya ingin tahu ialah kedatangan pemain Kuba serta Eropa. Umumnya, pertandingan voli Asia Tenggara hanya menghadirkan pemain asing asal Asia seperti China contohnya. Di Proliga, beberapa pemain bagus di luar Asia serta itu akan meningkatkan pengalaman pemain Asia,” katanya.

Jakarta Garuda dibuat oleh PP PBVSI untuk meningkatkan pemain muda hari esok. Scuad mereka ikut ditempati oleh sebagian besar pemain dibawah umur 20 tahun. Nah, Sim yang sekarang sudah berumur 23 tahun ikut ingin banyak belajar kembali.

“Voli Malaysia begitu ketinggalan dari Indonesia. Saya ketahui, Garuda dibangun untuk lakukan peningkatan serta pembinaan pemain muda. Saya sendiri terasa butuh turut terlibat sebab ikut ingin mendapatkan pelajaran baru,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Arsip

Kategori

Tag

More in Ragam

pokerace99